Thursday, April 16, 2020

Cara Menghitung Daya Listrik Yang Diperlukan Rumah


Memperkirakan Kebutuhan Daya Listrik Rumah Tinggal

Seringkali muncul pertanyaan: Bagaimana menghitung kebutuhan daya listrik pada rumah tinggal? Biasanya akan muncul beberapa jawaban seperti ini :
§       Biasanya rumah tinggal tipe 30 dan 36 cukup menggunakan daya listrik 1300VA
§      Tergantung kebutuhan, jika yang saat ini MCB di kWh-meter tidak pernah turun berarti masih cukup, tidak perlu tambah daya. Dan lainnya.
Berbagai jawaban diatas bisa diaplikasikan karena semuanya akan kembali pada kondisi aktual dari kebutuhan listriknya.
Jadi, bagaimana sebaiknya?
Pemahaman Dasar Mengenai MCB
MCB ini adalah pengaman beban lebih pada rumah anda. Pengaman beban lebih ini dapat di fungsikan sebagai pengganti fuse atau sikring di Rumah anda. MCB berfungsi sebagai pemutus rangkaian listrik dari arus beban lebih dan hubung singkat.
Sedangkan ELCB adalah proteksi yang melengkapi MCB sebagai terhadap arus sisa atau arus bocor ke bumi. Karena keterbatasan MCB yang hanya mengamankan beban lebih dan hubung singkat.
Untuk lebih jelasnya masing-masing fungsi dasar ini dapat di baca di bawah ini:
Acuan Standar : PUIL 2011
Untuk perhitungan kebutuhan daya listrik, ada baiknya kita melihat dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) tahun 2011, sebagai acuan yang menjadi Standar Nasional Indonesia.
Perhitungan kebutuhan daya listrik dijelaskan dalam PUIL bagian 2.3 yaitu Cara Perhitungan Kebutuhan Maksimum di Sirkit Utama dan Sirkit Cabang
Menurut PUIL, kebutuhan maksimum di sirkit utama dan sirkit cabang harus ditentukan dengan salah satu cara sebagai berikut :
Instansi Pemeriksa dapat menetapkan cara yang harus dipakai. Selain itu diberlakukan tambahan persyaratan sebagai berikut :
a.    Bila nilai kebutuhan maksimum, yang diperoleh dari pengukuran, melampaui nilai yang diperoleh dari perhitungan atau penaksiran, maka nilai hasil pengukuran inilah yang diambil sebagai kebutuhan maksimum.
b.    Bagi sirkit utama atau sirkit cabang yang menyuplai sirkit akhir, yang diproteksi dengan pemutus daya arus lebih dengan setelan pada nilai tertentu, kebutuhan maksimumnya tidak boleh diambil lebih besar dari jumlah nilai setelan arus pemutus daya yang mengamankan sirkit akhir.
Kita akan bahas ketiga cara tersebut, dengan catatan perhitungannya dibatasi hanya untuk instalasi rumah tunggal.

Cara Perhitungan

Cara perhitungan kebutuhan maksimum pada instalasi rumah tunggal dijelaskan pada bagian 2.3.2.2 dengan menggunakan table 2.3-1 sebagai berikut :

tabel 2.3-1 kebutuhan maksimum instalasi rumah tunggal dan ganda
tabel 2.3-1 kebutuhan maksimum instalasi rumah tunggal dan ganda (lanjutan)


Berbagai jawaban diatas bisa diaplikasikan karena semuanya akan kembali pada kondisi aktual dari kebutuhan listriknya. Tapi khusus untuk jawaban pertama mengenai cara perhitungan total beban, perlu dicermati bahwa nilai total tersebut bukanlah nilai yang langsung dipakai sebagai nilai total daya listrik yang dibutuhkan. Bila merujuk pada perhitungan berdasarkan PUIL (lihat kolom 2), maka beban listrik dapat di bagi dalam beberapa kategori. Misalnya peralatan listrik yang ada:
1.    Pencahayaan biasa:
§       Lampu 10 titik masing-masing 8 Watt (Lampu LED)
Lihat table bagian A (1 sampai 20 titik), maka beban lampu 10 titik dihitung sebesar 2A
2.    Kotak kontak yang tidak melebihi 10A:
§      Mesin air 250 Watt
§     TV 100 Watt (TV LED)
§     Kulkas 2 pintu 100 Watt
§    Rice Cooker untuk menghangatkan 80 Watt
§    Dispenser 100 Watt
§    Mesin cuci 250 Watt
§    Setrika listrik 300 Watt
Lihat table bagian B (1 sampai 20 titik), maka kotak kontak 7 titik dihitung sebesar 5A
3.    Kotak kontak yang melebihi 10A:
§        AC 1PK sebanyak 1 unit, perhitungannya sebagai berikut
1 PK = 746W, dimana 75% nya adalah 559,5W.

Sesuai dengan rumus daya, dimana :
P = daya (volt ampere)
V = voltase/tegangan (volt)
I = arus (ampere)

Pada perhitungan di bawah adalah menggunakan rumus daya 1 phasa :
P = V.I
I = 559,5W/220 = 2.54A 2,5A.
Maka total kebutuhan maksimumnya adalah:
= Beban listrik 1 + beban listrik 2 + beban listrik 3
= 2 + 5 + 2,5
= 9,5A 10A
Berdasarkan perhitungan diatas maka besar amper circuit breaker adalah 10A. Akan tetapi perlu kita mencermati apakah semua peralatan tersebut dipakai bersamaan atau bergantian. Umumnya sih bergantian. Karena itu daya 1300VA akan cukup-cukup saja. Kuncinya adalah bagaimana mengatur waktu penggunaan peralatan listrik tersebut.

Cara Penaksiran

Cara penaksiran dapat dipertimbangkan terutama jika :
a.    Perlengkapan pada instalasi bekerja pada kondisi beban yang naik turun atau intermiten dan daur tugas tertentu dapat ditetapkan.
b.    Instalasinya besar dan rumit, atau
c.    Jika terdapat penghunian khusus.
Dalam hal instalasi rumah tunggal yang relative sederhana, cara penaksiran ini bisa tidak diperlukan.

Cara Pengukuran atau Pembatasan

Menurut PUIL, cara pengukuran dilakukan dengan menentukan konsumsi listrik tertinggi yang direkam atau yang dapat dipertahankan selama periode 15 menit oleh indikator atau perekam maksimum. Pengukuran semacam ini dilaksanakan sesuai dengan cara yang diizinkan.
Demikian cara perhitungan kebutuhan maksimum daya listrik pada suatu instalasi rumah tunggal menurut PUIL. Besarnya kebutuhan daya listrik ini akan menentukan berapa rating MCB yang dibutuhkan dan juga daya listrik PLN yang dibutuhkan

Menentukan Rating MCB

Sesuai contoh perhitungan kebutuhan maksimum diatas, didapat angka 9,5A. Sedangkan di pasaran, rating MCB yang dijual adalah 2A, 4A, 6A, 10A.
Dengan demikian breaker (MCB) yang cocok untuk dipilih dan dipasang dirumah adalah 10A. Apabila anda ingin memasang ELCB dapat menggunakan 10A dengan kemampuan arus bocor 30mA.
Kita tidak membahas mengenai pembagian grup MCB-nya. Karena pembagian grup ini relatif tergantung kebutuhan. Secara umum, 1 atau 3 grup sirkuit sudah cukup.
Bagaimana cara menentukan kapasitas daya listrik cadangan yang dibutuhan ketika listrik PLN mati? Kami akan membahasnya pada artikel berikutnya.

Referensi :



CARA MENGHITUNG DAYA LISTRIK YANG DIPERLUKAN RUMAH

     Setiap rumah yang sudah dialiri listrik pasti dilengkapi dengan Meter Listrik dan MCB (Miniature Circuit Breaker) yang dipasang oleh PLN. Fungsi Meter Listrik tentunya adalah mengukur seberapa besar Arus Listrik yang digunakan agar dapat menghitung tagihan listrik. Sedangkan MCB yang merupakan singkatan dari Miniature Circuit Breaker atau sering disebut dengan Breaker adalah alat yang berfungsi untuk membatasi arus listrik yang digunakan dan juga sebagai pengaman dalam Instalasi Listrik. Sebagai pengaman, MCB akan secara otomatis akan memutuskan arus listrik jika terjadi hubungan singkat (Short Circuit) dan juga memutuskan aliran listrik jika penggunaan daya listrik melebihi batas yang telah ditentukan.

Pengertian MCB (Miniature Circuit Breaker) dan Prinsip kerjanya 

      MCB (Miniature Circuit Breaker) atau Miniatur Pemutus Sirkuit adalah sebuah perangkat elektromekanikal yang berfungsi sebagai pelindung rangkaian listrik dari arus yang berlebihan.  Dengan kata lain, MCB dapat memutuskan arus listrik secara otomatis ketika arus listrik yang melewati MCB tesebut melebihi nilai yang ditentukan. Namun saat arus dalam kondisi normal, MCB dapat berfungsi sebagai saklar yang bisa menghubungkan atau memutuskan arus listrik secara manual.
MCB pada dasarnya memiliki fungsi yang hampir sama dengan Sekering (FUSE) yaitu memutuskan aliran arus listrik rangkaian ketika terjadi gangguan kelebihan arus. Terjadinya kelebihan arus listrik ini dapat dikarenakan adanya hubung singkat (Short Circuit) ataupun adanya beban lebih (Overload). Namun MCB dapat di-ON-kan kembali ketika rangkaian listrik sudah normal, sedangkan Fuse/Sekering yang terputus akibat gangguan kelebihan arus tersebut tidak dapat digunakan lagi.

Prinsip kerja MCB (Miniature Circuit Breaker)

       Pada kondisi Normal, MCB berfungsi sebagai sakelar manual yang dapat menghubungkan (ON) dan memutuskan (OFF) arus listrik. Pada saat terjadi Kelebihan Beban (Overload) ataupun Hubung Singkat Rangkaian (Short Circuit), MCB akan beroperasi secara otomatis dengan memutuskan arus listrik yang melewatinya. Secara visual, kita dapat melihat perpindahan Knob atau tombol dari kondisi ON menjadi kondisi OFF. Pengoperasian otomatis ini dilakukan dengan dua cara seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini yaitu dengan cara Magnetic Tripping (Pemutusan hubungan arus listrik secara Magnetik) dan Thermal Tripping (Pemutusan hubungan arus listrik secara Thermal/Suhu).

a. Thermal Tripping (Pemutusan Hubungan arus listrik dengan Suhu Tinggi)

Pada saat kondisi Overload (Kelebihan Beban), Arus yang mengalir melalui Bimetal menyebabkan suhu Bimetal itu sendiri menjadi tinggi. Suhu panas tersebut mengakibatkan Bimetal melengkung sehingga memutuskan kontak MCB  (Trip).

b. Magnetic Tripping (Pemutusan Hubungan arus listrik secara Magnetik)

Ketika terjadi Hubung Singkat Rangkaian (Short Circuit) secara mendadak ataupun Kelebihan Beban yang sangat tinggi (Heavy Overload), Magnetic Trippping atau pemutusan hubungan arus listrik secara Magnetik akan diberlakukan. Pada saat terjadi hubungan singkat ataupun kelebihan beban berat, Medan magnet pada Solenoid MCB akan menarik Latch (palang) sehingga memutuskan kontak MCB (Trip).

Sebagian besar MCB (Miniature Circuit Breaker) yang digunakan saat ini menggunakan dua mekanisme pemutusan hubungan arus listrik ini (Thermal Tripping dan Magneting Tripping).

Jenis-jenis MCB (Miniature Circuit Breaker)

MCB atau Miniatur Pemutus Sirkuit ini dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama berdasarkan karakteristik pemutusan sirkuitnya. Tiga jenis utama tersebut adalah MCB Tipe B, MCB Tipe C dan MCB Tipe D.

1. MCB Tipe B

MCB Tipe B adalah tipe MCB yang akan trip jika arus beban lebih besar 3 sampai 5 kali dari arus maksimum yang tertulis pada MCB (arus nominal MCB). MCB Tipe B ini umumnya digunakan pada instalasi listrik di perumahan ataupun di industri ringan.

2. MCB Tipe C

MCB Tipe C adalah tipe MCB yang akan trip jika arus beban lebih besar 5 sampai 10 kali dari arus maksimum yang tertulis pada MCB (arus nominal MCB). MCB Tipe C ini biasanya digunakan pada Industri yang memerlukan arus yang lebih tinggi seperti pada lampu penerangan gedung dan motor-motor kecil.

3. MCB Tipe D

MCB Tipe C adalah tipe MCB yang akan trip jika arus beban lebih besar dari 10 hingga 25 kali dari arus maksimum yang tertulis pada MCB (arus nominal MCB). MCB Tipe C ini biasanya digunakan pada peralatan listrik yang menghasilkan lonjakan arus tinggi seperti Mesin Sinar X (X-Ray), Mesin Las, Motor-motor Besar dan Mesin-mesin produksi lainnya.
Arus Nominal MCB yang umum adalah 6A, 10A, 13A, 16A, 20A, 25A, 32A, 40A, 50A, 63A, 80A, 100A dan 125A.
PLN akan memasangkan Kapasitas MCB  sesuai dengan batas Daya Listrik yang diminta oleh pelanggan. Kita dapat melihatnya melalui tulisan Ampere (Satuan Arus Listrik) yang tertera di MCB tersebut.   Contohnya 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A dan lain sebagainya.  Untuk meng-konversi Arus Listrik tersebut ke Daya Listrik, kita perlu sedikit perhitungan berdasarkan Rumus dibawah ini :
Rumus Daya Listrik
Daya Listrik  = Tegangan  x Arus
Atau
Watt = Volt x Ampere
Jadi jika di MCB tertulis 10A, berapakah batas Daya Listrik yang diizinkan ?
Pada Umumnya, Tegangan Listrik yang dihasilkan oleh PLN Indonesia adalah 220V
Watt = 220V x 10A
Watt = 2200 Watt atau 2200VA

Pertanyaan selanjutnya adalah berapakah daya listrik yang diperlukan oleh rumah kita?
Sebagai Contoh, anda membangun rumah baru dan akan ingin melakukan pemasangan baru listrik PLN. Berapakah Daya Listrik yang diperlukan ?
Pertama, tuliskan peralatan listrik yang diperlukan dan daya listrik yang dikonsumsinya. Biasanya pada peralatan listrik yang bersangkutan sudah tertera Konsumsi Daya Listrik yang diperlukan.  Terdapat 2 jenis penulisan pada Label peralatan listrik, diantaranya adalah mencantumkan Watt atau Ampere.
Anda dapat menggunakan rumus daya listrik diatas (Watt = Volt x Ampere) untuk menghitung konversi Ampere ke Watt.
Contoh Peralatan Listrik yang diperlukan :
2 unit AC  (Air Conditioner) 1 PK      = @820Watt x 2 Unit        = 1.640 Watt
2 unit TV LED 32”                              = @55Watt x 2 Unit         =    110 Watt
1 unit Kulkas                                     = @128Watt                     =    128 Watt
1 unit Mesin Cuci                              = @300Watt                     =    300 Watt
1 unit Rice Cooker                            = @400Watt                     =    400 Watt
1 unit Kipas Angin                             = @60Watt                       =     60  Watt
12 biji Lampu Penerang                    = @18Watt x 12 biji         =    216 Watt
Total                                                                                                     = 2.854 Watt

Kemudian kita jumlahkan semuanya, hasilnya adalah 2.854Watt.
Jadi Daya Listrik Listrik yang diperlukan adalah sekitar 2.854Watt atau 2.854VA, Jika dikonversikan menjadi arus listrik adalah sebagai berikut (Menggunakan Rumus Daya Listrik diatas) :
Arus = Watt / Volt
Arus = 2854 Watt / 220 Volt
Arus = 12,97 Ampere

Umumnya PLN hanya menyediakan beberapa pilihan standar Daya Listrik yaitu 220VA (1A), 450VA (2A), 900VA (4A), 1300VA (6A), 2200VA (10A), 3500VA (16A), 4400VA (20A), 5500VA (25A) dan seterusnya.  Jadi Pengajuan permintaan Daya Listrik yang dianjurkan ke PLN adalah 3500VA atau 16A.
Hal yang perlu diperhatikan adalah makin tinggi Daya Listrik yang dipasangkan, makin tinggi pula biaya beban yang dikenakan. Oleh karena itu, kita perlu memilih pemasangan daya listrik yang sesuai dengan kebutuhan saja. Pemasangan Daya Listrik yang rendah atau tidak cukup akan mengalami kekurangan arus listrik dan akibatnya adalah sering loncatnya MCB (Breaker Listrik), hal ini dapat merusak peralatan listrik rumah kita. Sedangkan pemasangan Daya listrik yang terlalu tinggi akan mengakibatkan semakin tingginya tagihan listrik yang sebenarnya adalah merupakan suatu pemborosan biaya.


Laporan Instalasi Listrik Rumah Tangga, Gedung



BAB I
PENGENALAN ALAT UKUR DAN BAHAN

2.2.  Tujuan
Setelah menyelesaikan praktikum ini, peserta diharapkan :
1.      Mampu mengenali perlengkapan yang digunakan dalam instalasi listrik.  
2.      Mampu mengenali cara kerja perlengkapan dasar instalasi listrik.
3.      Mampu mengenali alat-alat ukur yang biasa digunakan dalam instalasilistrik.

2.3.  Pengantar
Berkenaan dengan gambar untuk diagram bias dapat dilihat secara detail dalam buku Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 yang diterbitkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN).

2.4.  Bahan dan Alat Ukur

NO
Nama Alat
Gambar Alat
Keterangan
Spesifikasi
1
Pipa Pvc

Untuk melindungi kabel dan menutupi kabel agar tidak terbuka atau terlihat.
5/8‘, Maspion, Abu - abu
2
Elbow PVC

Untuk melindungi kabel saat keadaan kabel berbelok dan menutupi kabel agar tidak terbuka atau terlihat.
5/8‘, Maspion, Abu - abu
3
Kotak Sambung
- 4 cabang
- 3 cabang,


Tempat penyambungan kabel dengan cabang 3 dan 4



PVC, maspion,d = 6 cm , t = 40mm
4
Klem Alumunium

Untuk mengunci atau mengikat pipa PVC pad bidang kerja
5/8’,model sengkang.
5
Fitting Duduk

Tempat dudukan lampu
E 27, Broco , Hitam
6
Saklar Tukar


Alat untuk Menyalakan lampu dalam 2 tempat berbeda.
OB, 10 A, 220 V, Broco
7
Saklar Tunggal


Alat untuk menyalakan lampu.


OB, 10 A, 220 V, Broco
8
MCB

Alat Pengaman hubungan singkat dan beban lebih,dan alat penghubung dan pemutus aliran listrik rangkaian.
4 A, MG, 1P/4, 5kA
9
Mulitiplek

Sebagai Tempat pemasangan instalasi listrik
10
MCB box

Tempat dudukan mcb.
Standard, 1 mcb
11
Lampu Pijar

Untuk penerangan.
E27, 25 W, 220 V, philips
12
Kabel NYA



Merah untuk fasa, Biru untuk netral, Kuning – hijau untuk pembumian.
1.5 mm2, Prima
13
Sekrup

Sebagai pengikat yang menancap pada multipleks atau bidang kerja.
3.5x8 mm, 3.5x20 mm , 4x45 mm
14
Isolasi Listrik

Pelindung tembaga kabel pada saat penyambungan.
15
Obeng min

Alat pemutar skrup.
16
Obeng Plus


Alat pemutar skrup.
17
Test Pen

Alat pengetest ada tidaknya aliran listrik.
18
Gergaji pipa

Alat Pemotong Pipa
19
Tusuk Kontak

Alat Penghubung untuk dimasukan ke stop kontak.
20
Stop Kontak

Alat Penghubung listrik untuk alat elektronik lainya.
OB, 10A, 220 V, Broco
21
AVO Meter

Alat Pengukur Tegangan dan frekuensi.
22
Tang Pemotong

Alat pemotong kabel.
23
Tang kombinasi

Tang serbaguna, dengan berbagai fungsi.
24
Tang Lilit

Alat untuk melilitkan tembaga kabel.
25
Tang Penguapas

Tang yang berfungsi pengupas isolatorl kabel.
26
Penggaris

Alat Pengukur Panjang.
27
Paku Pelubang

Alat pelubang

2.5.  Penggunaan Lambang
Penggunaan lambing gambar untuk diagram instalasi bangunan berdasarkan PUIL 2000 :

   

 

BAB II
INSTALASI RUANG
 DENGAN SAKLAR TUNGGAL

2.1.  Tujuan
Setelah menyelesaikan praktikum ini, peserta diharapkan dapat :
1.      Memahami simbol-simbol kelistrikan dengan benar.
2.      Memasang instalasi listrik dari sumber PLN hingga beban untuk instalasi saklar tunggal.

2.2.   Dasar Teori
Instalasi listrik rumah tinggal adalah bentuk sederhana dari aplikasi instalasilistrik. Secara umum instalasi rumah tinggal terdiri dari kWh meter, pemutussirkuit, sekering dan beberapa beban yang dikendalikan dengan saklar atau terpasang melalui kontak kontak dinding. Daya yang terpasang untuk rumah tinggal biasanya adalah 900 VA. Daya terpasang ini tergantung pada setting pemutus sirkuit. Besarnya watt yang terpakai pada tiap jamnya terukur dengankWh meter. Semakin besar beban yang digunakan maka perputaran piringan kWh meter akan semakin cepat.
Besarnya beban yang bisa dipakai oleh konsumen dibatasi dengan ukuranMCB yang digunakan. Semakin besar ukuran arus MCB, berarti konsumen bisamenggunakan beban semakin besar. Bila pemakaian beban melebihi kapasitasMCB, maka MCB akan trip. Penerapan MCB dilakukan oleh PLN disesuaikandengan kapasitas VA yang diinginkan oleh konsumen
Untuk pewarnaan kabel, PUIL 2000 telah mengatur sebagai berikut:
Pasal 7.2.2.1. warna loreng hijau-kuning hanya boleh digunakan untukmenandai penghantar pembumian, penghantar pengaman dan penghantar yangmenhubungkan ikatan penyambung potensial ke bumi.
Pasal 7.2.3.1. warna biru dugunakan untuk menandai penghantar netral ataukawat tengah pada isntalasi listrik dengan penghantar netral. Untukmenghindarkan kesalahan, warna biru tersebut tidak boleh digunakan untukmenandai penghantar lainnya termasuk penghantar pembumian. Warna biruhanya dapat digunakan untuk maksud lain jika pada isntalasi listrik tersebuttidak terdapat penghantar netral atau kawat tengah.

2.3.   Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
ALAT :


1.      Papan Percobaan
2.      Obeng Set
3.      Palu
4.      Gergaji Besi
5.      Tang Potong
6.      Tang Kombinasi
7.      Tang Cucut
8.      Penggaris
9.      Taspen


BAHAN :


1.      Saklar Tunggal
2.      Stop Kontak
3.      Kabel NYA 3x2.5 Mm
4.      Pipa PVC  ¾
5.      T Dosh
6.      Elbow
7.      Roset
8.      Fiting
9.      Lampu Bohlam
10.  Isolasi
11.  Klem
12.  Sekrup



2.4.   Langkah Kerja
1.      Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan, disesuaikan dengan diagram instalasi berikut.


2.      Ukur paralon atau pipa sesuai dengan kebutuhan.
3.      Pasang semua komponen yang dibutuhkan seperti pada diagram, dan pastikan semua alat dan bahan masih dapat digunakan.
4.      Ukur panjang kabel, dan sambung kabel sesuai dengan kode warna.
5.      Pastikan penyambungan kabel terisolasi dengan baik.
6.      Setelah semua komponen terpasang termasuk bebannya, pastikan kembali bahwa pemasangan sesuai dengan diagram diatas.
7.      Uji coba rangkaian instalasi dengan menghubungkan rangkaian dengan sumber PLN 220 Volt.
8.      Uji coba komponen ditunjukan dengan keberhasilan fungsi dari tiap-tiap komponen.
2.5.   Hasil Pengamatan

Tabel Kebenaran 1
No
MCB
Saklar
Lampu
Stopkontak
1
OFF
OFF
PADAM
Tak Terhubung
2
ON
OFF
PADAM
Terhubung
3
ON
ON
NYALA
Terhubung

Dari table kebenaran diatas merupakan penjelasan dari fungsi saklar tunggal, yaitu jika semua jalur terhubung muali dari MCB hingga saklar (ON) maka beban dalam hal ini adalah lampu akan menyala dan sekaligus stop kontak akan terhubung. Pada percobaan kali ini satu saklar tunggal hanya dipakai untuk mengontrol satu beban saja, yaitu untuk menghidupkan atau mematikan lampu, sesuai dengan anjuran PUIL.

2.6.   Kesimpulan

Dari hasil pengamatan yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1.      Pemasangan beban pada instalasi listrik rumah dipasang secara paralel, agar tegangan yang melalui setiap beban besarnya sama.
2.  Besarnya arus yang melalui setiap beban tergantung pada kapasitas daya yangdimiliki masing masing beban. Sehingga semakin besar daya yang dialirkanke instalasi, semakin besar arus yang dialirkan melalui kWh meter. Karena arus yang dialirkan semakin besar, maka perputaran piringan pada kWh metersemakin cepat.
3.    Praktikum instalasi listrik satu saklar tunggal dan satu stopkontak dinyatakan berhasil dan hal tersebut telah dibuktikan pada Tabel Kebenaran 1
4.   Instalasi listrik ini sering dipasang atau digunakan untuk instalasi kamar tidur yang memiliki kebutuhan satu lampu dan stopkontak.


BAB III
INSTALASI RUANG
DENGAN SAKLAR GANDA ( SERI )
3.1.   Tujuan
Setelah menyelesaikan praktikum ini, peserta diharapkan dapat :
1.      Memahami lambang kelistrikan dengan baik dan benar
2.      Memahami fungsi dan cara kerja saklar ganda
3.      Mengaplikasikan fungsi saklar ganda pada instalasi listrik ruangan

3.2.   Dasar Teori
Secara umum, saklar merupakan sebuah perangkat atau peralatan listrik yang berfungsi untuk menghubungkan sekaligus memutus srikuit dan merubahnya menjadi berbeban atau tidak berbeban. Beberapa jenis saklar yang ada untuk pemasangan pada ruang atau tempat tinggal. Suatu sistem pengaturan dari saklar seri merupakan sebuah hubungan parallel dari dua buah saklar satu arah yang dimana dua buah saklar satu arah tersebut dikombinasikan dalam satu perangkat.
Pada penerapannya saklar seri atau sklar ganda adalah saklar yang menghubungkan dan memutuskan dua buah lampu atau kelompok lampu secara sendiri-sendiri atau bersamaan. Saklar ini mempunyai dua tuas penghubung atau lebih. Untuk mengoperasikan saklar seri, caranya adalah dengan menekan masing-masing tuas penghubung secara sendiri-sendiri atau bersamaan hingga saklar berkondisi ON atau OFF. Saklar ganda biasa digunakan pada ruang tamu, ruang kelas, teras atau tempat tempat yang membutuhkan penerangan secara terpisah.
3.3.   Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
ALAT :


1.      Papan Percobaan
2.      Obeng Set
3.      Palu
4.      Gergaji Besi
5.      Tang Potong
6.      Tang Kombinasi
7.      Tang Cucut
8.      Penggaris
9.      Taspen


BAHAN :


1.      Saklar Ganda
2.      Stop Kontak
3.      Kabel NYA 3x2.5 Mm
4.      Pipa PVC  ¾
5.      T Dosh
6.      Elbow
7.      Roset
8.      Fiting
9.      Lampu Bohlam
10.  Isolasi
11.  Klem
12.  Sekrup



3.4.   Langkah Kerja
1.      Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan, disesuaikan dengan diagram instalasi berikut.

2.      Ukur paralon atau pipa sesuai dengan kebutuhan.
3.     Pasang semua komponen yang dibutuhkan seperti pada diagram, dan pastikan semua alat  dan bahan masih dapat digunakan.
4.      Ukur panjang kabel, dan sambung kabel sesuai dengan kode warna.
5.      Pastikan penyambungan kabel terisolasi dengan baik.
6. Setelah semua komponen terpasang termasuk bebannya, pastikan kembali bahwa pemasangan sesuai dengan diagram diatas.
7.    Uji coba rangkaian instalasi dengan menghubungkan rangkaian dengan sumber PLN 220 Volt.
8.      Uji coba komponen ditunjukan dengan keberhasilan fungsi dari tiap-tiap komponen, secara khusus dalam hal ini adalah saklar ganda dan beban lampu bohlam.
9.      Amati setiap perubahan yang terjadi.

3.5.   Hasil Pengamatan

    Tabel Kebenaran 2
No
MCB
Saklar
Lampu
Stopkontak
A
B
1
2
1
OFF
OFF
OFF
PADAM
PADAM
Tak Terhubung
2
ON
OFF
OFF
PADAM
PADAM
Terhubung
3
ON
ON
OFF
NYALA
PADAM
Terhubung
4
ON
OFF
ON
PADAM
NYALA
Terhubung
5
ON
ON
ON
NYALA
NYALA
Terhubung

Table kebenaran diatas merupakan penjabaran dari fungsi saklar ganda atau seri, yaitu sesuai dengan skema diagram pengawatan sebelumnya. Apabila MCB dihubungkan serta kedua saklar (A dan B) di aktifkan maka kedua beban atau lampu akan menyala, serta stopkontak juga akan terhubung.

Fungsi dari saklar ganda merupakan pengelompokan dari saklar tunggal yang mana saklar tunggal tersebut disatukan dalam satu blok namun dengan fungsi yang utuh seperti saklar tunggal, yaitu satu saklar hanya untuk satu beban. Biasanya saklar ganda difungsikan pada ruang yang memiliki ukuran cukup luas dan membutuhhkan penerangan lebih dari satu beban, seperti ruang tamu.

3.6.   Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1.      Pemasangan beban pada instalasi listrik rumah dipasang secara paralel, agar tegangan yang melalui setiap beban besarnya sama.
2.  Besarnya arus yang melalui setiap beban tergantung pada kapasitas daya yang dimiliki masing masing beban. Sehingga semakin besar daya yang dialirkan ke instalasi, semakin besar arus yang dialirkan melalui kWh meter. Karena arus yang dialirkan semakin besar, maka perputaran piringan pada kWh metersemakin cepat.
3.    Praktikum instalasi listrik satu saklar tunggal dan satu stopkontak dinyatakan berhasil dan hal tersebut telah dibuktikan pada Tabel Kebenaran 2
4.  Instalasi listrik ini cocok digunakan atau dipasang pada rumah yang memiliki ruang keluarga dan ruang dapur yang berdekatan


BAB IV
INSTALASI RUANG
DENGAN SAKLAR TUKAR DAN SAKLAR SERI

4.1.   Tujuan
Setelah menyelesaikan praktikum ini, peserta diharapkan dapat :
1.      Memahami lambang kelistrikan dengan baik dan benar.
2.      Memperhitungkan kebutuhan bahan yang diperlukan.
3.      Mampu memasang instalasi listrik untuk ruang dengan saklar seri dan saklar tukar.

4.2.   Dasar Teori
Dalam dunia Engineering, khususnya Teknik elektro sangat diperlukan pemahaman mengenai Instalasi Listrik. Pemasangan instalasi listrik harusmemperhatikan keamanan, dan juga sesuai dengan kebutuhan, baik itu dari bahan yang digunakan maupun kegunaanya, contoh yang paling dekat adalah saklar. Saklar berfungsi sebagai pemutus dan penghubung arus listrik, saklar mempunyai banyak jenis dengan cara kerja yang berbeda-beda, seperti ada saklar tunggal, saklar seri,saklar tukar dan lainnya.
Saklar tukar atau sering dikenal dengan saklar hotel adalah salah satu jenis saklar yang berfungsi untuk memutus maupun mengubungkan arus yang dikendalikan dua saklar tukar pada 2 tempat yang berbeda. Instalasi saklar tukar adalah penggunaan dua buah saklar untuk meyalakan dan menghidupkan satu buah lampu dengan cara bergantian. 
Rangkaian instalasi penerangan yangmenggunakan saklar tukar banyak dijumpai di hotel-hotel atau di rumah penginapan maupun di lorong-lorong yang panjang. Tujuan dari penggunaan ini ialah untuk efisiensi waktu dan tenaga karena penggunaan saklar ini sangat praktis. Saklar seri adalah saklar yang menghubungkan dan memutuskan dua buah lampu atau kelompok lampu secara sendiri-sendiri atau bersamaan. Saklar ini mempunyai dua tuas penghubung atau lebih. Untuk mengoperasikan saklar seri, caranya adalah tekan masing-masing tuas penghubung secara sendiri-sendiri atau bersamaan hingga saklar berkondisi ON atau OFF.
4.3.   Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
ALAT :


1.        Papan Percobaan
2.        Obeng Set
3.        Palu
4.        Gergaji Besi
5.        Tang Potong
6.        Tang Kombinasi
7.        Tang Cucut
8.        Penggaris
9.        Taspen



BAHAN :


1.      Saklar Tunggal
2.      Saklar Seri
3.      Stop Kontak
4.      Kabel NYA 3x2.5 Mm
5.      Pipa PVC  ¾
6.      T Dosh
7.      Elbow
8.      Roset
9.      Fiting
10.  Lampu Bohlam
11.  Isolasi
12.  Klem
13.  Sekrup



4.4.  Langkah Kerja
1.      Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan, disesuaikan dengan diagram instalasi berikut.


2.      Ukur paralon atau pipa sesuai dengan kebutuhan.
3.      Pasang semua komponen yang dibutuhkan seperti pada diagram, dan pastikan semua alat dan bahan masih dapat digunakan.
4.      Ukur panjang kabel, dan sambung kabel sesuai dengan kode warna.
5.      Pastikan penyambungan kabel terisolasi dengan baik.
6.      Setelah semua komponen terpasang termasuk bebannya, pastikan kembali bahwa pemasangan sesuai dengan diagram diatas.
7.      Uji coba rangkaian instalasi dengan menghubungkan rangkaian dengan sumber PLN 220 Volt.
8.      Uji coba komponen ditunjukan dengan keberhasilan fungsi dari tiap-tiap komponen, dalam hal ini yaitu dengan mengubah posisi saklar tukar dan saklar seri.
9.      Amati perubahan yang terjadi pada beban lampu bohlam.





4.5.   Hasil Pengamatan

Tabel Kebenaran 3
No
MCB
Saklar
T1
Saklar
T2
Saklar Seri
Lampu
Stopkontak
A
B
1
2
3
1
OFF
1
1
OFF
OFF
Padam
Padam
Padam
-
2
ON
1
1
OFF
OFF
Nyala
Padam
Padam
Terhubung
3
ON
2
1
ON
OFF
Padam
Nyala
Padam
Terhubung
4
ON
2
2
OFF
ON
Nyala
Padam
Nyala
Terhubung
5
ON
2
2
ON
ON
Nyala
Nyala
Nyala
Terhubung

Tabel tersebut menjelaskan cara kerja dari saklar tukar dan saklar seri terhadap beban. Rangkaian tersebut merupakan kombinasi dari dua fungsi saklar yang berbeda. Apabila kondisi MCB terhubung dan saklar T1 di ON-kan maka beban atau lampu akan menyala, sedangkan kondisi pada T2 otomatis akan ON juga. Untuk dapat mematikan beban lampu maka saklar pada T2 harus di OFF-kan, begitu sebaliknya. Fungsi pada saklar seri pada rangkaian tersebut adalah sama dengan rangkaian saklar ganda sebelumnya, masing masing saklar hanya akan mengubung atau mematikan satu beban lampu saja, baik sendiri-sendiri atau bersamaan.

4.6.   Kesimpulan
        Dari hasil pengamatan yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1.  Rangkaian pada saklar tukar berfungsi untuk mengendalikan satu lampu dengan dua saklar tukar, maksudnya jika saklar tukar 1 mengidupkan lampu,maka saklar 2 dapat mematikannya pada tempat yang berbeda begitu jugasebaliknya saklar tukar 2 menghidupkan lampu dan saklar satunya dapat mematikanya.
2.    Rangkaian pada saklar seri berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan dua buah lampu secara sendiri-sendiri atau bersamaan.
3.  Tegangan pada rangkaian ini adalah 225 Volt di semua bagian rangkaian. Hal ini membuktikan teori hukum kirchoff tegangan bahwa jika beban dipasang paralel maka besar tegangan yang ada pada tiap jalur adalah sama.
4.  Banyaknya arus yang mengalir tergantung pada banyaknya beban yangdihidupkan, semakin banyak beban yang hidup maka semakin banyak arus yang mengalir. Hal ini membuktikan teori rangkaian paralel pada hukum kirchoff tentang arus, bahwa jika beban dipasang paralel maka arus yang mengalir pada tiap beban totalnya adalah dengan menambahkan semua beban.
5.      Instalasi listrik ini sering digunakan atau dipasang untuk lorong atau gudang.


BAB V
INSTALASI RUMAH TINGGAL
 DENGAN KWH METER MCB SEKERING DAN SAKLAR TUNGGAL

5.1.  Tujuan
Setelah menyelesaikan praktikum ini, peserta diharapkan dapat :
1.      Memahami simbol-simbol kelistrikan dengan benar.
2.      Memasang instalasi listrik rumah tunggal dari sumber PLN hingga beban untuk instalasi saklar tunggal.

5.2. Dasar Teori
Instalasi listrik rumah tinggal adalah bentuk sederhana dari aplikasi instalasi listrik. Secara umum instalasi rumah tinggal terdiri dari kWh meter, pemutus sirkuit, sekering, dan beberapa beban yang dikendalikan dengan saklar atau terpasang melalui kontak kontak dinding. Daya yang terpasang untuk rumah tinggal biasanya adalah 900 VA. Daya terpasang ini tergantung pada setting pemutus sirkuit. Besarnya watt yang terpakai pada tiap jamnya terukur dengan kWh meter. Semakin besar beban yang digunakan maka perputaran piringan kWh meter akan semakin cepat.
Besarnya beban yang bisa dipakai oleh konsumen dibatasi dengan ukuranMCB yang digunakan. MCB digunakan sebagai pengaman dalam suatu rangkaian listrik apabila terjadi kelebihan muatan listrik atau suatu hubungan arus pendek, sebab biasanya beban yang digunakan dalam rumah tangga berfariatif antara beban induktif dan resistif yang tidak teraturBila pemakaian beban melebihi kapasitas MCB, maka MCB akan trip. Penerapan MCB dilakukan oleh PLN disesuaikan dengan kapasitas VA yang diinginkan oleh konsumen.
Untuk pewarnaan kabel, PUIL 2000 telah mengatur sebagai berikut:
Pasal 7.2.2.1. warna loreng hijau-kuning hanya boleh digunakan untukmenandai penghantar pembumian, penghantar pengaman dan penghantar yangmenhubungkan ikatan penyambung potensial ke bumi.
Pasal 7.2.3.1. warna biru dugunakan untuk menandai penghantar netral ataukawat tengah pada isntalasi listrik dengan penghantar netral. Untukmenghindarkan kesalahan, warna biru tersebut tidak boleh digunakan untukmenandai penghantar lainnya termasuk penghantar pembumian. Warna biruhanya dapat digunakan untuk maksud lain jika pada isntalasi listrik tersebuttidak terdapat penghantar netral atau kawat tengah.




5.3.   Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :


ALAT :


1.      Papan percobaan
2.      Obeng set
3.      Palu
4.      Gergaji besi
5.      Tang potong
6.      Tang kombinasi
7.      Tang cucut
8.      Penggaris
9.      Taspen


BAHAN :


1.      Saklar tunggal
2.      Stop kontak
3.      MCB
4.      Sekering
5.      Elbow
6.      Roset
7.      Fiting
8.      Lampu bohlam
9.      Klem
10.  Sekrup


11.  Isolasi
12.  kWH  meter
13.  Kabel NYA 3x2.5 mm
14.  Pipa PVC  ¾
15.  T dosh












5.4. Langkah Kerja
1
1.      Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan, disesuaikan dengan diagram instalasi berikut.


2.      Ukur paralon atau pipa sesuai dengan kebutuhan.
3.      Pasang semua komponen yang dibutuhkan seperti pada diagram, dan pastikan semua alat dan bahan masih dapat digunakan.
4.      Ukur panjang kabel, dan sambung kabel sesuai dengan kode warna.
5.      Pastikan penyambungan kabel terisolasi dengan baik.
6.      Setelah semua komponen terpasang termasuk bebannya, pastikan kembali bahwa pemasangan sesuai dengan diagram diatas.
7.      Uji coba rangkaian instalasi dengan menghubungkan rangkaian dengan sumber PLN 220 Volt.

8.      Uji coba komponen ditunjukan dengan keberhasilan fungsi dari tiap-tiap komponen, dimulai dari kWh meter hingga beban lampu.



5.5.   Hasil Pengamatan

Tabel Kebenaran  4
No
MCB
Box Zekering
Saklar
Lampu
Stopkontak
1
OFF
OFF
OFF
PADAM
Tak Terhubung
2
ON
OFF
OFF
PADAM
Tak Terhubung
3
ON
ON
OFF
PADAM
Terhubung
4
ON
ON
ON
NYALA
Terhubung

Tabel kebenaran tersebut merupakan implementasi dari fungsi rangkaian sebelumnya. Fungsi dari kWh meter sendiri adalah untuk mengukur sekaligus menghitung besarnya energi listrik yang terpakai pada instalasi tersebut. Sedangkan sekering digunakan sebagai pengaman dalam suatu rangkaian listrik apabila terjadi kelebihan muatan listrik atau suatu hubungan arus pendek, sebab biasanya beban yang digunakan dalam rumah tangga berfariatif antara beban induktif dan resistif yang tidak teratur, fungsi sekering digunakan jika sewaktu waktu terdapat kelebihan beban atau sejenisnya.   
Dari rangkaian pengawatan tersebut pula dicontohkan beban rumah tangga dengan satu saklar tunggal satu stopkontak dan satu buah beban lampu. Dari table kebenaran diatas merupakan penjelasan dari fungsi saklar tunggal, yaitu jika semua jalur terhubung mulai dari kWh meter, Sekering hingga saklar (ON) maka beban dalam hal ini adalah lampu akan menyala dan sekaligus stop kontak akan terhubung. Pada percobaan kali ini satu saklar tunggal hanya dipakai untuk mengontrol satu beban saja, yaitu untuk menghidupkan atau mematikan lampu, sesuai dengan anjuran PUIL.

5.6.   Kesimpulan
        
        Dari hasil pengamatan yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Praktikum instalasi listrik tersebut memasang instalasi listrik yang dimulai dari pemasangan kwh meter, mcb, box sekering dan rangkaian dua titik yaitu satu lampu dan stopkontak.
2.  Dalam kenyataannya, pemasangan kWh meter dengan MCB adalah atas bawah dan KWh meter dengan Box Sekering adalah lurus dengan terhalang tembok. Akhir – akhir ini box sekering telah diganti dengan MCB yang  memiliki fungsi yang sama yaitu untuk mengamankan rangkaian, komponen, beban listrik beserta lingkungannya dari arus beban lebih dan hubung singkat.
3.   Pada table kebenaran  4 dapat mengidentifikasi dari praktikum tersebut bahwa praktikum telah dinyatakan berhasil.


BAB VI
PENUTUP

Dari hasil praktikum instalasi listrik ini penyusun dapat menyimpulkan bahwa proses instalasi atau pengawatan komponen listrik harus benar benar memahami konsep, fungsi dan tujuan instalasi. Prosesdur pemasangan atau instalasi harus memperhatikan keamanan, keselamatan, keaandalan, dan ketepatan fungsi instalasi. Pemasangan komponen dapat dilakukan, dan disesuai dengan kondisi yang ada akan tetapi tetap berpatokan pada ketentuan yang sudah distrandarisasi oleh PUIL 2000.
Dari hasil percobaan dan laporan praktikum ini, penyusun berharap dapat memberikan bekal ataupun pengalaman bagi peserta dalam hal teknik instalasi kelistrikan, dan dapat menjadikan rujukan bagi para pembaca. Dalam penyusunan ini penyusun memohon maaf apabila banyak sekali kekurang disana-sini. Semoga dari laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan peserta khususnya. 


DAFTAR PUSTAKA










































BAHAN AJAR INSTRUMENTASI ELEKTRONIS SENSOR DAN TRANSDUSER

1.9. Sensor Efek Hall Sensor Efek-Hall dirancang untuk merasakan adanya objek magnetis dengan perubahan posisinya. Perubahan medan...